Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perbedaan Cefixime dan Ciprofloxacin

Sebelum kita membahas perbedaan Cefixime dan Ciprofloxacin, ada baiknya kita membahas persamaannya terlebih dahulu. Baik Cefixime dan Ciprofloxacin adalah sama-sama obat antibiotik, yaitu obat yang ditujukan untuk membunuh bakteri. Oleh karena itu, kedua obat ini cocok untuk penyakit infeksi yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Perlu diingat, bahwa Cefixime dan Ciprofloxacin tidak bisa digunakan untuk mengobati penyakit virus, penyakit jamur, atau penyakit yang disebabkan oleh parasit.

Walaupun sama-sama antibiotik dan mempunyai fungsi umum yang sama, Cefixime dan Ciprofloxacin mempunyai beberapa perbedaan mendasar. Berikut 5 perbedaan Cefixime dan Ciprofloxacin.

Perbedaan Pertama, Cefixime dan Ciprofloxacin berasal dari golongan antibiotik yang berbeda. Cefixime berasal dari golongan sefalosporin generasi ketiga, sedangkan Ciprofloxacin berasal dari golongan fluoroquinolon. Karena perbedaan golongan, otomatis cara kerjanya juga berbeda. Cefixime bekerja dengan merusak dinding sel bakteri sedang ciprofloxacin bekerja mengganggu proses di inti sel bakteri.

Perbedaan Kedua, dari segi dosis juga berbeda. Cefixime biasanya dosisnya adalah 200 mg sekali sehari, atau dosis terbagi dua, pagi dan malam masing-masing 100 mg. Sedangkan ciproloxacin dosisnya ada dua kali sehari masing-masing 500 mg.

Perbedaan Ketiga, cefixime kadang-kadang diberikan pada bayi di bawah satu tahun, anak-anak, remaja dan dewasa. Sedangkan ciprofloxacin umumnya diberikan pada remaja dan dewasa. Jarang sekali obat ini diberikan pada anak-anak dan juga sangat tidak dianjurkan diberikan pada bayi.

Perbedaan Keempat, efek samping utama yang banyak dikeluhkan dari ciprofloxacin adalah nyeri ulu hati. Memang obat ini pada sebagian orang dapat meningkatkan asam lambung. Sedangkan cefixime lebih jarang menyebabkan kekambuhan pada lambung alias maag. Secara umum, efek samping cefixime lebih sedikit dibandingkan dengan ciprofloxacin.

Perbedaan Kelima, walaupun sama-sama bertujuan untuk membasmi bakteri, tetapi kadang kala digunakan untuk jenis infeksi bakteri yang berbeda. Cefixime kerap digunakan untuk mengobati penyakit infeksi pada telinga, hidung, tenggorokan, paru-paru, saluran kencing, dan infeksi kulit. Sedangkan ciprofloxacin sering diresepkan untuk penyakit radang paru, kencing nanah, atau penyakit tipes.

Disamping 5 perbedaan Cefixime dan Ciprofloxacin di atas, masih banyak lagi perbedaan di antara keduanya, misalnya rumus kimia, jalur metabolisme, dan kemungkinan reaksi alergi. Tapi secara praktis 5 perbedaan di atas yang sering dibicarakan

Perlu diketahui, bahwa pemilihan jenis antibiotik untuk pengobatan infeksi sangat bergantung pada keputusan dokter setelah melakukan pemeriksaan terhadap keluhan yang diderita. Selain itu, tergantung pada dugaan kekebalan bakteri terhadap jenis antibiotik. Misal, jika di suatu daerah diduga bakterinya sudah kebal dengan ciprofloxacin, maka penggunaan obat ini tidak dianjurkan lagi dan harus dipilih jenis antibiotik lain dari golongan berbeda.

Posting Komentar untuk "Perbedaan Cefixime dan Ciprofloxacin"

YouTube @PonselPro