Sabtu, 21 April 2018

Periode Jendela Berlangsung Selama Berapa Minggu?

Periode jendela atau window period adalah masa di mana seseorang sudah menderita HIV tetapi pemeriksaan masih menunjukkan hasil negatif.

Lama periode jendela dihitung antara hari masuknya virus HIV kedalam tubuh sampai uji deteksi virus HIV yang saat ini tersedia mampu mendeteksi bahwa tubuh sudah terinfeksi HIV.

Periode jendela berlangsung selama 3 bulan atau 12 minggu. Setelah periode jendela ini terlewati maka kemampuan deteksi uji HIV yang ada di laboratorium kesehatan saat ini mencapai 99,9%.

Kenapa periode jendela berlangsung selama 3 bulan?

Karena tubuh butuh waktu untuk memproduksi antibodi yang cukup sehingga bisa dideteksi oleh uji HIV.

Jadi uji HIV yang digunakan bukan mendeteksi virus secara langsung tapi mendeteksi antibodi terhadap virus. Senyawa antibodi berfungsi untuk melawan virus yang berkembang biak dalam tubuh.

Semoga dengan adanya artikel Periode Jendela Berlangsung Selama Berapa Minggu ini bisa menambah pengetahuan baru bagi Pembaca sekalian.


Jumat, 20 April 2018

Suka ngiler, ini cara mengatasinya

Semua sepakat bahwa ngiler itu kebiasaan buruk. Selain meninggalkan jejak di pipi juga meninggalkan pulau-pulau dan bau pada bantal atau tempat tidur.

Tapis sebenarnya tidak ada orang yang ikhlas secara sukarela mau ngiler. Mereka ngiler secara tidak sadar pada saat tidur. Walaupun demikian bukan berarti saat kita ngiler kita berpasrah diri bahwa itu adalah sesuatu yang tidak bisa kita kendalikan.

Beberapa hal dapat dilakukan untuk mengurangi kemungkinan mengalirnya iler dari sudut bibir saat tidur.

Pertama perhatikan posisi tidur, usahakan jangan mengambil posisi tidur yang membuat kita kesulitan bernapas. Kondisi kesulitan bernafas dapat memicu produksi air liur yang berlebihan yang keluar sebagai iler. Cobalah ambil posisi miring ke kanan.

Kedua sikatlah gigi sehingga pada saat tidur mulut dalam keadaan bersih. Adanya sisa makanan dan proses pembusukan oleh bakteri di dalam mulut dapat memicu produksi air liur yang berlebihan sehingga juga keluar iler.

Ketiga minumlah cukup air menjelang tidur tapi jangan juga berlebihan. Menurut literatur ilmiah dari terasi pada malam hari dapat memicu produksi iler.

Kondisi penyakit berupa sleep apnea yaitu kesulitan Bernafas tiba-tiba saat sedang tidur juga dapat memicu orang ileran. Sayangnya kondisi ini tidak bisa diatasi sendiri harus dikonsultasikan dengan dokter.

Semoga langkah-langkah diatas terutama langkah 1 2 dan 3 dapat mengurangi kebiasaan buruk iler pada saat tidur.


Cara Kerja Amoksisilin

Cara kerja amoksisilin dalam membunuh bakteri adalah dengan cara menghambat sintesis atau pembuatan membran sel bakteri baru. Jika membran sel yang berfungsi sebagai dinding tidak terbentuk dengan baik maka isi dalam bakteri akan mudah keluar Akibat pecahnya dinding. Dengan demikian bakteri tidak dapat bertahan hidup dan berkembang biak.

Cara kerja amoksisilin seperti ini tidak hanya dimiliki oleh amoksisilin tapi juga oleh antibiotik beta laktamase lainnya seperti penisilin, ampisilin, dan sebagainya.


PENYEBAB BIDURAN TERUS MENERUS

Anak ibu biduran terus menerus setiap hari. Kerjaannya hanya menggaruk dan mengeluh gatal serta bentol-bentol merah di sekujur tubuh. Apa sih penyebab biduran terus menerus pada anak tersebut?

Biduran atau kaligata muncul akibat terjadinya pelepasan senyawa histamin. Senyawa inilah yang menyebabkan bentol-bentol dan rasa gatal yang amat sangat. Lepasnya senyawa histamin terjadi akibat dipicu oleh reaksi alergi. Reaksi tersebut timbul akibat adanya benda asing atau benda yang dianggap asing masuk ke dalam tubuh. Jadi setiap ada benda asing masuk maka terjadi pelepasan histamin untuk melawannya. Selang beberapa waktu biasanya senyawa histamin akan hilang bentol-bentol merah akan mereda dan gatal akan berkurang.

Jika biduran terjadi terus-menerus maka dipastikan penyebabnya juga Mengapa anak tersebut terus menerus. Karena penyebab ada terus maka histamin diproduksi juga terus menerus. Akibatnya gejala biduran tak kunjung sembuh.

Hal penting untuk mengatasi biduran terus menerus adalah menemukan penyebab biduran. Bisa jadi karena debu atau makanan seperti telur. Identifikasi penyebab biduran terus menerus agak sulit. Tapi kalau sudah ditemukan penyebabnya maka lebih gampang mengelolanya. Caranya dengan menghindari paparan dari penyebab tersebut. Misalnya biduran terjadi akibat konsumsi telur maka anak tidak boleh mengkonsumsi telur lagi. Kalau sekali waktu tak sengaja mengkonsumsi telur dan terjadi biduran maka dapat diberikan obat antihistamin misalnya CTM. Perlu diingat bahwa obat obat antihistamin hanya mengatasi biduran pada saat itu saja tidak bisa mencegah munculnya biduran pada masa akan datang atau mengobati biduran secara permanen.

Demikian artikel penyebab biduran terus-menerus semoga bermanfaat.

MEMAHAMI PENYAKIT HIV/AIDS

Human immunodeficiency virus atau disingkat HIV adalah virus yang menyebabkan penyakit AIDS. Virus HIV bekerja dengan cara merusak sistem pertahanan tubuh sehingga pertahanan tubuh menjadi lemah. Dengan demikian penyakit menjadi gampang masuk dan tubuh tidak mampu melawannya.

Virus HIV ditularkan dari orang ke orang melalui hubungan seksual dan Melalui penggunaan jarum suntik secara bergantian. Hubungan seksual yang sangat mudah menjadi sarana penularan adalah hubungan lewat belakang.

Gejala HIV terbagi menjadi tiga tingkatan yaitu gejala akut, gejala kronik, dan gejala AIDS.

Gejala akut AIDS biasanya terjadi 2 sampai 6 minggu pasca tertular pertama kali. Gejalanya mirip mirip ketika kita terserang flu yaitu sakit kepala, badan pegal-pegal dan lemas. Gejala ini muncul akibat tubuh sedang berperang melawan virus HIV.

Setelah gejala akut maka muncul gejala kronik HIV. Pada fase ini penderita tidak merasakan gejala apa-apa. Bahkan sebagian besar penderita tidak sadar bahwa dia sedang menderita HIV. Gejala kronik ini biasanya berlangsung bertahun-tahun bahkan sampai 10 tahun.

Gejala AIDS merupakan gejala ter akhir dari rangkaian perjalanan penyakit HIV. Gejala IC ditandai dengan munculnya kanker kulit dan penyakit paru-paru. Tak hanya itu muncul berbagai macam gejala yang sulit dijelaskan penyebabnya misalnya diare yang berkepanjangan tak sembuh-sembuh walaupun sudah diobati.
Gejala AIDS jika tidak segera diatasi dengan obat obat antiretroviral biasanya akan berakibat fatal bagi jiwa penderitanya.