CARA MENGHITUNG HARI TAKSIRAN PERSALINAN, SERTA MANFAATNYA

Bagi para ibu hamil, mengetahui hari taksiran persalinan cukup penting. Dengan begitu, bisa lebih mudah untuk merencanakan segala sesuatu yang dibutuhkan saat menyambut persalinan. Sehingga lebih siap untuk menyambut kehadiran si kecil. Berikut informasi tentang pengertian, cara menghitung, dan manfaat mengetahui hari taksiran persalinan Anda.

Pengertian Hari Taksiran Persalinan Secara Singkat

Hari taksiran persalinan merupakan hari perkiraan lahir bayi. Sebetulnya, hari perkiraan lahir bayi ini bisa diketahui jika bertanya langsung pada dokter. Hanya saja, para ibu pun bisa menghitungnya sendiri. Ada beberapa metode perhitungan yang bisa Anda pakai. Berikut beberapa cara untuk menghitungnya.

Cara Menghitung Hari Perkiraan Lahir (HPL)

Untuk menghitung hari perkiraan lahir, para ibu harus tahu dulu berapa usia kehamilan sekarang. Pada poin ini, masih banyak orang yang salah sangka. Rata-rata masih menganggap jika usia kehamilan dihitung dalam satuan bulan. Hamil 3 bulan, 5 bulan, 9 bulan dan lainnya. Padahal, yang betul usia kehamilan ditentukan dengan satuan minggu atau hari. Jadi pada umumnya, rentang kehamilan seorang ibu biasanya sekitar 40 minggu. Kalau dihitung satuan hari adalah 280 hari.

Supaya tidak bingung, hari taksiran persalinan bisa dihitung pakai rumus yaitu “tanggal di hari pertama menstruasi terakhir (HPHT) +7 hari-3 bulan+1 tahun”. Dari sini, artinya ibu harus tahu dulu kapan hari menstruasi terakhir sebelum terjadi kehamilan. Ambil contoh saja HPHT ibu adalah 11 April 2019.

Maka jika ditambahkan 7 hari menjadi 18 April 2019 (minggu pertama kehamilan). Setelah itu, baru dikurangi 3 bulan sehingga jadi 18 Januari 2019. Terakhir ditambah 1 tahun yang artinya hari perkiraan lahir bayi ibu adalah 18 Januari 2020.

Selain pakai cara itu, ibu juga bisa menggunakan perhitungan lain. Misalnya HPHT ibu adalah tanggal 8 November 2018, maka kurangi 3 bulan sehingga jadi 8 Agustus 2018. Terakhir tambahkan 7 hari 1 tahun dan artinya HPL ibu adalah 15 Agustus 2019.

Satu lagi cara menghitung hari taksiran persalinan adalah dengan mengingat hari pertama terakhir haid lalu ditambahkan dengan 266 hari. Hanya saja, perhitungan ini hanya bisa dipakai bagi para ibu yang punya siklus haid normal, antara 28-30 hari.

Manfaat Mengetahui Hari Perkiraan Lahir

●      Memonitor Tumbuh Kembang Janin
Mengetahui secara jelas tentang hari perkiraan lahir akan membuat ibu lebih mudah memonitor tumbuh kembang janin setiap minggu. Jadi apabila ada sesuatu yang sekiranya kurang normal, bisa cepat dilakukan tindakan.

●      Persiapan Matang
Menghitung hari perkiraan lahir pun dapat membuat ibu lebih punya persiapan matang. Seperti yang sudah banyak diketahui. Persalinan butuh banyak persiapan sehingga kelahiran bisa berjalan lancar. Tidak hanya persiapan mental, tapi juga fisik, spiritual, hingga finansial. Segala persiapan selesai, tidak akan sulit menyambut kelahiran.

●      Tahu Kapan Harus Melakukan Skrining
Setiap saat, ibu hamil harus teratur melakukan skinning. Dengan tahu hari perkiraan lahir, akan tahu waktu kapan untuk tindakan medis yang tepat. Misalnya jadwal untuk imunisasi tetanus tokso, USG 4D, tes HB, dan masih banyak lagi.

●      Memungkinkan Melakukan Tindakan Percepatan Persalinan
Apabila sampai melewati perhitungan hari perkiraan persalinan tapi belum lahir, ibu bisa langsung dilakukan tindakan percepatan. Misalnya dengan melakukan induksi baik kimiawi maupun mekanik.

Demikian informasi lengkap tentang cara menghitung hari taksiran persalinan. Baik pengertian, cara menghitung, hingga manfaatnya. Semoga bisa menjadi referensi buat para ibu hamil yang sedang menyambut kelahiran buah hatinya.

Baca Juga

Yuk pasang ...
"Kalender Indonesia Lengkap"

Yuk jadilah yang PERTAMA berkomentar

Posting Komentar

Artikel Lainnya