3 Langkah Deteksi Stroke

Saat ini, siapapun, termasuk Anda dapat mendeteksi stroke lebih mudah

Stroke termasuk salah satu penyakit yang keberhasilan pengobatannya terkait dengan waktu deteksi dan waktu penanganan. Semakin cepat, semakin bagus

Sayangnya, pada beberapa kondisi, stroke yang menyerang gagal dikenali. Baik oleh penderita maupun orang di sekitarnya, sehingga pengobatan juga terlambat

Untungnya saat ini ada cara deteksi stroke yang sederhana dan mudah. Karena mudah dan tanpa alat, maka dapat dilakukan oleh siapa saja. Cara deteksi tersebut dinamakan Cincinnati Prehospital Stroke Scale (CPSS)

Teknik deteksi stroke CPSS terdiri dari tiga tes, yaitu:

1.Tes Senyum. Penderita diminta ter senyum atau memperlihatkan giginya. Jika salah satu sisi bibirnya tidak bergerak sehingga tampak tidak simetris, maka dianggap abnormal

2.Tes Mengangkat Tangan. Penderita diminta menutup matanya dan mengangkat kedua tangannya lurus ke arah depan selama 10 detik. Jika salah tangan tidak bisa terangkat atau posisinya lebih rendah dibanding tangan yang lainnya, maka dianggap abnormal

3.Tes Bicara. Penderita diminta untuk berbicara satu atau beberapa kalimat. Jika penderita tidak mampu berbicara, atau tidak dapat mengucapkan kata-kata dengan benar, maka dianggap abnormal

Apabila salah satu dari ketiga tanda di atas abnormal, 70% kemungkinannya penderita mengalami stroke. Jika ketiga tanda abnormal, kemungkinannya terkena stroke lebih besar lagi, yaitu 85%.