Berapa Banyak ASI Yang Dibutuhkan Bayi

Penting untuk menjaga kecukupan ASI bagi bayi untuk menjaga bayi tetap sehat. Jika bayi kekurangan ASI maka bisa jadi muncul masalah kesehatan.

Pada bulan-bulan pertama kelahiran maka kecukupan ASI untuk bayi diukur dari frekuensi nya menyusui dan lamanya menyusui. Dikatakan bayi memperoleh cukup ASI jika bayi menyusui setiap 2 jam atau 3 jam. Atau jika ditotal sekitar 7 kali sampai 12 kali sehari semalam. Setiap menyusu kurang lebih 10 sampai 20 menit untuk masing-masing payudara, kiri dan kanan. Tetapi jika jadwal pemberian ASI ibu tidak sesuai dengan hal yang telah disebutkan jangan terlalu khawatir asal ketidaksesuaian nya tidak terlalu besar.

Terlepas dari jadwal pemberian ASI bagi bayi ibu harus mengetahui bahwa bayi ibu sudah cukup mendapatkan ASI. Adapun tanda-tanda bayi sudah cukup mendapatkan Asia antara lain sebagai berikut:

Bayi melepaskan sendiri puting susu ibu
Bayi terlihat puas dan tertidur nyenyak. Kalau masih rewel berarti bayi masih kekurangan ASI.
Payudara ibu sudah tidak keras lagi karena air ASI di dalamnya sudah terkuras keluar.
Bayi lebih sering kencing dan kencingnya tidak terlalu pekat.
Kotoran bayi berwarna kuning cerah dan teksturnya lembek.

Adapun kebutuhan ASI bayi jika ingin ditakar menggunakan sendok adalah sebagai berikut:
Bayi usia 1 hari sudah cukup dengan ASI sebanyak 1 setengah sendok makan
Bayi usia 2 hari cukup dengan nasi 3 sendok makan
Bayi usia 3 hari boleh diberi ASI sampai 7 sendok makan
Bayi usia 4 hari boleh diberi ASI dari 10 sampai 12 sendok makan
Bayi usia seminggu mungkin minum ASI sebanyak 13 sendok makan.

Kebutuhan ASI bagi bayi akan meningkat terus setiap harinya. Bayi yang kekurangan ASI beratnya bisa turun atau tidak naik naik.

Agar ASI terjamin cukup maka usahakan dalam 4 jam ibu ada memberikan ASI walau sekalipun. Hal ini perlu diperhatikan terutama di malam hari ketika anak tertidur nyenyak.

Sebaiknya di usia 0-6 bulan ibu jangan memberikan tambahan apapun termasuk susu formula juga air putih. Hal ini untuk menjaga kelangsungan pemberian ASI ibu secara eksklusif.