ASI Penuh Tapi Mampet, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Salah satu yang sering dikeluhkan oleh ibu menyusui adalah ASI penuh tapi mampet tidak mau keluar. Kondisi ini bisa terjadi jika ibu sedang bepergian sehingga tidak sempat menyusui bayinya. Atau bayi hanya menyusu di salah satu payudara saja dan tidak menyusu di payudara lainnya. Atau karena satu dan lain hal sehingga bayi tidak bisa menyusu ASI. Kadang-kadang ada juga ibu yang produksi asinya sangat banyak tidak sebanding dengan jumlah hisapan bayi. Pemakaian bra yang kurang cocok atau kurang sesuai ukuran juga dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya ASI mampet. Posisi tidur juga harus diperhatikan jangan sampai hanya dalam satu posisi saja terus menerus.

Ciri-ciri ASI mampet antara lain yaitu payudara bengkak dan nyeri. Rasa nyeri akan bertambah jika payudara digerakkan atau ditekan. Selain itu jika diraba Ada benjolan keras di bagian tertentu payudara. Saking banyaknya ASI di dalam payudara maka ASI akan menetes lewat puting susu.

Ibu perlu membedakan ASI mampet biasa atau penyakit mastitis. Gejala keduanya sangat mirip yaitu bengkak dan nyeri pada payudara. Tetapi pada mastitis dijumpai demam. Pengobatan mastitis biasanya membutuhkan obat nyeri, obat demam dan antibiotik. Oleh karena itu ibu yang mengalami mastitis disarankan untuk berobat ke dokter.

Kita kembali ke ASI mampet.

Beberapa hal berikut dapat dilakukan ibu untuk mengatasi ASI mampet atau ASI tersumbat.

Pertama hangatkan payudara. Suhu yang hangat akan melebarkan pembuluh atau saluran tempat mengalirnya ASI. Dengan demikian akan memperlancar aliran dan mengatasi sumbatan. Untuk menghangatkan payudara yang paling sederhana adalah dengan mengompresnya dengan air hangat menggunakan handuk atau bahan lain seperti diaper. Bisa juga ibu mandi air panas atau berendam air panas. Maaf maksudnya air hangat. jika tak ingin sekujur tubuh kena air hangat ibu dapat menghangatkan air di baskom lalu merendam payudara ibu saja di baskom tersebut beberapa saat. Suhu hangat dapat memecahkan kebekuan ASI didalam payudara ibu.

Kedua lakukan pemijatan. Bagian yang keras dipijat secara perlahan dengan arah pijatan menuju arah puting. Sedangkan bagian yang tidak keras boleh dipijat dengan arah melingkar. Perlu diperhatikan bahwa pijatan harus lembut tidak boleh keras-keras karena dapat mencederai jaringan payudara. Agar pijatan lancar maka gunakan baby oil atau minyak bayi. Boleh juga dengan minyak zaitun.

Ketiga jangan berhenti menyusui walaupun terasa agak nyeri. Dengan menyusui akan membantu kelancaran air susu keluar. usahakan isapan bayi mengarah kepada bagian yang tersumbat. Selain itu usahakan menyusui seimbang antara payudara kiri dan kanan. Ibu juga dapat memanfaatkan gaya gravitasi dengan cara memposisikan payudara atau tubuh ibu lebih tinggi dari bayi jadi usahakan posisi dalam keadaan duduk.

Keempat memerah ASI baik dengan menggunakan tangan maupun dengan menggunakan alat pompa. Alat pompa sendiri ada yang manual dipompa pakai tangan dan ada yang menggunakan listrik. Silakan ibu pilih yang mana yang lebih sesuai dan lebih nyaman buat ibu. Langkah keempat ini dapat digabungkan dengan langkah nomor 3.

Kelima singkirkan bra yang ukurannya kecil atau bukan diperuntukkan untuk bra menyusui. Juga jangan menggunakan pakaian yang terlalu ketat. Tekanan pada payudara dapat menekan saluran sehingga terjadi bendungan dan lama-kelamaan menjadi gumpalan besar.

Dengan melakukan langkah-langkah di atas maka kemungkinan ibu akan bebas dari ASI mampet atau ASI tersumbat.