Pengertian Sehat menurut Para Ahli

Anda tentu sudah sangat familiar dengan kata sehat. Kalau ditanya apakah anda sehat tentu jawabannya beragam. Sudah lama sekali semenjak WHO menetapkan definisi sehat pada tahun 1948, yaitu keadaan sempurna baik fisik, mental dan sosial tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan. Dengan demikian akan banyak sekali orang yang tidak memenuhi kriteria sehat ini. Bagaimana dengan orang-orang yang mengalami penyakit kronis, misalnya diabetes, hipertensi, gagal ginjal, atau rheumatoid arthritis?

Pengertian Sehat Menurut WHO

Definisi WHO tersebut sangat bermasalah dengan kata-kata “sempurna”. Sebagian besar dari kita sepertinya tidak akan pernah berada dalam kriteria sehat WHO apabila berpedoman pada definisi sempurna. Kekurangan lainnya, pada tahun 1948 sebagian besar penyakit disebabkan oleh penyakit-penyakit akut. Namun kondisi tersebut sekarang sudah berubah dimana sebagian besar penyakit saat ini adalah penyakit kronis. Pola penyakit juga mengalami perubahan dengan adanya peningkatan nutrisi, higiene, sanitasi serta semakin majunya intervensi kesehatan masyarakat. Perubahan kemajuan teknologi kesehatan tersebut membuat angka harapan hidup meningkat. Sedangkan proses penuaan saat ini masih sangat normal apabila disertai dangan temuan abnormal pada pemeriksaan skrining rutin, misalnya didapatkan tekanan darah yang sedikit naik, adanya kenaikan kolesterol yang bahkan tidak terlalu tinggi, atau perubahan komposisi ureum-kreatinin pada usia lanjut. Temuan-temuan tersebut akan membuat semakin banyaknya penyakit kronis dan saat ini pengobatan terhadap penyakit-penyakit kronis merupakan pengeluaran terbesar dalam pembiayaan kesehatan global. Temuan-temuan kondisi kesehatan kronis terkadang juga membatasi kemampuan manusia dalam berkarya meskipun mengalami penyakit kronis. Situasi ini menghambat peran kapasitas manusia untuk mampu hidup secara mandiri dengan adanya perubahan fisik, emosional, dan sosial sehingga mampu berfungsi dalam pemenuhan kesejahteraan dengan penyakit kronis yang dialami.

Pengertian Sehat Menurut Para Ahli

Berdasarkan adanya pergeseran pola penyakit tersebut, seharusnya definisi sehat juga mengalami perubahan dan harus didefinisikan sebagai kemampuan diri untuk beradaptasi dan mengelola terhadap sumber penyakit atau kesakitan. Definisi ini kemudian seharusnya dibagi menjadi tiga pilar yaitu kesehatan fisik, kesehatan mental dan kesehatan sosial.

Kesehatan fisik terjadi jika tubuh mampu mempertehankan kondisi alostasis, yaitu kemampuan mempertahankan keseimbangan (homeostasis) terhadap berbagai perubahan yang muncul secara fisik. Ketika berhadapan dengan tekanan fisiologis, tubuh yang sehat akan mampu melakukan respon pertahanan, mengurangi potensi kerusakan, dan melalukan adaptasi agar tetap terjadi kesimbangan fisiologis. Jika mekanisme mempertehankan keseimbangan fisiologis ini tidak terjadi, maka akan muncul kondisi yang disebut homeostasis-load yang pada akhirnya akan memunculkan penyakit.

Pada pilar kesehatan mental mungkin bisa diambil dari penjelasan Professor Aaron Antonovsky yang penasaran mengapa sebagian Yahudi yang selamat dari siksaan Nazi pada PD ke II ada yang sangat menderita secara fisik dan mental tetapi ada sebagian lain yang tetap sehat-sehat saja. Ia ingin mengetahui mengapa ada orang-orang yang tahan terhadap tekanan stress yang berat dan ada yang tidak. Ia tidak menggunakan pendekatan tradisional yang berfokus pada pencarian asal-usul penyakit dan cara pengobatannya, tapi ia justru mencari asal-usul yang membuat kesehatan seseorang dan ketahanannya. Pendekatan ini ia sebut sebagai Salutogenesis (Latin = asal-usul kesehatan). Ia menyamakan obat-obat barat modern sebagai upaya untuk mengentaskan orang yang terseret oleh arus sungai yang bergolak tetapi sedikitpun tidak menanyakan mengapa orang itu sampai terseret jatuh kesana dan kenapa dia tidak pandai berenang. Arus kehidupan bagaikan sungai yang bertebing licin dan orang mudah terpeleset kedalamnya. Kalau ingin selamat, orang harus mempelajari lika-liku sungai itu. Bagian mana yang sulit dan bagian mana yang mudah diseberangi, mana hulu dan mana hilirnya. Hal ini perlu agar kita tidak kehabisan tenaga atau terseret arus waktu berenang mengarunginya. Sehingga seseorang yang sehat secara mental adalah orang yang mampu mengatasi berbagai macam tekanan psikologis dan terhindar dari post traumatic stress disorder. Dengan mampu melakukan adaptasi secara mental, maka orang akan mampu mengeliminis berbagai penyakit yang kemungkinan menyerang. Paling tidak meminimalisir keluhannya.

Pilar kesehatan sosial menyangkut beberapa domain, diantaranya kemampuan seseorang untuk menggali potensinya, kemampuan personal untuk mengatasi permasalahan kesehatan, dan kemampuan personal untuk terlibat aktif di aktifitas sosial meskipun mempunyai keterbatasan medis. Aspek kesehatan dalam pilar ini bisa didefinisikan sebagai keseimbangan antara opportunity dan keterbatasan, Bagaimana seseorang melihat kesempatan dalam keterbatasan yang ada dengan mempertimbangkan kondisi sosial dan tantangan lingkungan. Dengan kemampuan melakukan adaptasi terhadap penyakit seseorang akan mampu untuk bekerja dan berpartisipasi dalam aktifitas sosial dan akan merasa sehat dalam keterbatasannya. Sebuah studi pada Stanford Chronic Dissease Self Management Programme menunjukkan bahwa seseorang yang mampu mengatasi kehidupan sosialnya dengan lebih baik dan mampu mengatasi penyakitnya ternyata terbukti menunjukkan derajat kesehatan yang lebih baik. Biaya kesehatan juga turun dengan signifikan.

Dengan demikian seharusnya definisi sehat harus merujuk kepada kemampuan untuk beradaptasi dan mengelola ketidakmampuan dan tidak berfokus kepada “kesempurnaan” yang sangat sulit sekali didapatkan pada orang-orang dengan gangguan kronis. Penyempurnaan definisi ini sebaiknya dilakukan mengingat saat ini telah terjadi pergeseran penyakit dari akut menjadi kronis.

Pengertian Sehat Menurut Para Ahli